BOSSKAOSPOLOS adalah usaha yang berawal dari jasa makloon busana muslim ditahun 2010 waktu itu dengan nama TRI TUNGGAL BUSANA. Waktu itu kami memulai dengan hanya iklankan di internet dan mengambil order jahit dari salah satu brand di Tanah abang Jakarta. Waktu itu kami berhasil mendapatkan order untuk membuat proto sample Brand terkemuka dunia seperti ZARA & St.Oliver.
Karena menjahit busana muslim memiliki tingkat kesulitan tersendiri, ditahun 2011 kami memutuskan untuk putar haluan untuk menerima order kaos. Perusahaan yang pertama kali kami tangani waktu itu ialah PT Denso Indonesia, salah satu perusahaan pembuat spare part otomotif terkemuka asal jepang. Jadi semenjak itu kami hanya menerima order pembuatan kaos untuk event kantor dan komunitas saja.
Melihat permintaan pasar untuk kaos polos yang cukup tinggi, atas dasar itu kami memutuskan untuk menjual kaos polos berbahan cotton combed. Kaos polos kami terbuat dari bahan cotton combed 20 24 dan 30s, jahitan rapi, potongan pola nyaman dipakai. Sangat cocok untuk pengusaha sablon yang pastinya akan menambah nilai akan hasil jadi sablonannya karena kaos kami terbuat dari katun berkualitas, sehingga hasil sablonanpun akan berkualitas baik.
Kami siap untuk mengirim keseluruh area INDONESIA tentunya dengan expedisi yang terjangkau.
1. Jangan merendam kaos terlalu lama
Merendam pakaian sebelum dicuci memang akan mempermudah proses pencucian pakaian itu sendiri. Namun kita harus selektif dalam memilih detergent yang akan dipakai untuk mencuci. Pilihlah detergent yang sesuai untuk mencuci kaos distro, yaitu untuk pencucian dengan cara manual yang tidak mengandung pewangi dan pemutih. Ikuti aturan cara merendam yang benar sesuai yang tertera pada kemasan detergen dan rendamlah kaos distro Anda jangan melebih 30 menit. Jika memang Anda tidak perlu melakukan perendaman kaos sebaiknya kaos tidak perlu direndam. Perendaman kaos yang terlalu lama akan merusak kualitas kaos dan kualitas sablon kaos.
2. Hindari mencuci dengan mesin cuci
Sebaiknya pencucian kaos distro dilakukan secara manual/menggunakan tangan. Karena mesin cuci dapat membuat kaos menjadi molor (melar), sablon cepat rusak, dan pori-pori menjadi kasar. Hal ini dikarenakan saat mesin cuci berputar kaos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.
3. Pisahkan kaos pada saat mencuci
Pada saat mencuci kaos anda, mulai dari proses perendaman (jika perlu) pisahkan antara kaos yang berwarna putih dengan kaos berwarna. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kelunturan warna dari kaos yang berwarna ke kaos yang berwarna putih. Juga lakukan pemisahan kaos antara kaos yang sangat kotor dan yang tidak begitu kotor, ini dimaksudkan agar kaos yang tidak begitu kotor tidak terkena kotoran dari kaos yang lebih kotor tadi, sehingga proses pencucian dapat dilakukan dengan lebih mudah.
4. Hindari penggunaan sikat cuci
Saat Anda mencuci, hindari menggunakan sikat cucian pada kaos baik yang ada sablon maupun yang tidak. Penggunaan sikat cucian akan merusak pori-pori dan tekstur kaos dan juga kualitas dan kekuatan dari sablon kaos tersebut. Hal ini juga terjadi bila dilakukan pengucekan yang terlalu kuat pada kaos.
5. Hindari penggunaan pemutih dan pelembut/pewangi
Pemutih dan pelembut/pewangi pakaian mengandung zat kimia yang sangat kuat, yang bisa menyebabkan sablon menjadi mudah luntur dan terkelupas. Pemutih pakaian juga berpotensi membuat kaos jadi cepat tipis dan kasar. Jemur secara terbalik Sinar matahari dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon anda memudar.
Oleh karena itu sebelum menjemur kaos yang telah di cuci sebaiknya di balik terlebih dahulu agar sablon tidak langsung menghadap ke matahari (posisi kaos bagian luar/sablon ada di dalam).
6. Hindari penggunaan gantungan/hanger
Pada proses pengeringan/penjemuran sebaiknya kaos tidak digantung menggunakan gantungan / hanger, karena hal ini bisa menyebabkan bagian bahu kaos kita menjadi molor (melar).
Penyebabnya adalah berat kaos karena masih mengandung air, sehingga kaos tertarik ke bawah dengan kuat. Mengggantung kaos boleh dilakukan setelah kaos benar-benar kering dan dimaksudkan untuk penyimpanan dalam almari maupun untuk pajangan dalam outlet distro.
Merendam pakaian sebelum dicuci memang akan mempermudah proses pencucian pakaian itu sendiri. Namun kita harus selektif dalam memilih detergent yang akan dipakai untuk mencuci. Pilihlah detergent yang sesuai untuk mencuci kaos distro, yaitu untuk pencucian dengan cara manual yang tidak mengandung pewangi dan pemutih. Ikuti aturan cara merendam yang benar sesuai yang tertera pada kemasan detergen dan rendamlah kaos distro Anda jangan melebih 30 menit. Jika memang Anda tidak perlu melakukan perendaman kaos sebaiknya kaos tidak perlu direndam. Perendaman kaos yang terlalu lama akan merusak kualitas kaos dan kualitas sablon kaos.
2. Hindari mencuci dengan mesin cuci
Sebaiknya pencucian kaos distro dilakukan secara manual/menggunakan tangan. Karena mesin cuci dapat membuat kaos menjadi molor (melar), sablon cepat rusak, dan pori-pori menjadi kasar. Hal ini dikarenakan saat mesin cuci berputar kaos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.
3. Pisahkan kaos pada saat mencuci
Pada saat mencuci kaos anda, mulai dari proses perendaman (jika perlu) pisahkan antara kaos yang berwarna putih dengan kaos berwarna. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kelunturan warna dari kaos yang berwarna ke kaos yang berwarna putih. Juga lakukan pemisahan kaos antara kaos yang sangat kotor dan yang tidak begitu kotor, ini dimaksudkan agar kaos yang tidak begitu kotor tidak terkena kotoran dari kaos yang lebih kotor tadi, sehingga proses pencucian dapat dilakukan dengan lebih mudah.
4. Hindari penggunaan sikat cuci
Saat Anda mencuci, hindari menggunakan sikat cucian pada kaos baik yang ada sablon maupun yang tidak. Penggunaan sikat cucian akan merusak pori-pori dan tekstur kaos dan juga kualitas dan kekuatan dari sablon kaos tersebut. Hal ini juga terjadi bila dilakukan pengucekan yang terlalu kuat pada kaos.
5. Hindari penggunaan pemutih dan pelembut/pewangi
Pemutih dan pelembut/pewangi pakaian mengandung zat kimia yang sangat kuat, yang bisa menyebabkan sablon menjadi mudah luntur dan terkelupas. Pemutih pakaian juga berpotensi membuat kaos jadi cepat tipis dan kasar. Jemur secara terbalik Sinar matahari dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon anda memudar.
Oleh karena itu sebelum menjemur kaos yang telah di cuci sebaiknya di balik terlebih dahulu agar sablon tidak langsung menghadap ke matahari (posisi kaos bagian luar/sablon ada di dalam).
6. Hindari penggunaan gantungan/hanger
Pada proses pengeringan/penjemuran sebaiknya kaos tidak digantung menggunakan gantungan / hanger, karena hal ini bisa menyebabkan bagian bahu kaos kita menjadi molor (melar).
Penyebabnya adalah berat kaos karena masih mengandung air, sehingga kaos tertarik ke bawah dengan kuat. Mengggantung kaos boleh dilakukan setelah kaos benar-benar kering dan dimaksudkan untuk penyimpanan dalam almari maupun untuk pajangan dalam outlet distro.











